Rabu, 28 Desember 2016

MANAJEMEN PEMASARAN KOPERASI

MANAJEMEN PEMASARAN KOPERASI
Pemasaran sangat erat hubungannya dan merupakan sebuah bagian yang tak terpisahkan dari penjualan, baik itu berupa barang maupun jasa. Dengan menggunakan strategi pemasaran yang tepat, akan banyak menarik minat konsumen yang kita bidik sebagai pangsa pasar dari produk yang kita tawarkan. Kalaupun pruduk yang kita tawarkan ternyata hanya dilirik tanpa satupun terjual, mungkin karena penerapan strategi pemasaran yang keliru atau kurang tepat, bisa juga karena kita menawarkan barang atau jasa kepada orang atau perusahaan yang kurang tepat. Bisa juga orang masih ragu dengan kehadiran produk baru kita, sehingga mereka pada saat pertama hanya tertarik untuk melihat-lihat sekaligus untuk membandingkan produk sejenis dari produsen lain. Barang atau jasa yang baru masuk kedalam pasar, tentu akan menempati kelas menengah kebawah jika dibandingkan dengan produk sejenis yang telah menguasai pasar lebih dulu.
Jika kita menginginkan produk yang kita tawarkan menempati kelas atas dan banyak diminati oleh konsumen, maka beberapa usaha yang terkait dengan strategi pemasaran harus kita terapkan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut. Karena dengan banyaknya produk kita yang laku, maka dengan otomatis jumlah keuntungan yang kita dapatkan juga akan berlipat ganda.
Di sebuah sekolah ekonomi, pasti banyak sekali dibahas tentang strategi pemasaran yang ditinjau dari banyak aspek dan mungkin justru akan membingungkan bagi seorang pengusaha yang hanya memahami dunia pemasaran atau penjualan secara otodidak tanpa pernah bersentuhan dengan buku-buku atau pembahasan-pembahasan secara lisan yang berhubungan dengan strategi pemasaran. Tetapi jangan salah sangka terlebih dahulu, para pengusaha yang merintis usaha dan menjadi besar secara otodidak tersebut, belum tentu kalah jika dibandingkan dengan lulusan-lulusan sekolah ekonomi dengan walaupun dengan yang lulus nilai cumlaude sekalipun.
Para pengusaha otodidak ini, biasanya memang lahir dari sebuah usaha tingkat kecil dimana mereka diharuskan untuk membesarkan yang semula kecil sehingga dapar mempertahankan hidup. Cara untuk dapat mempertahankan hidup, tentu saja slah satunya adalah terpenuhinya kebutuhan hidup. Dengan sebuah kondisi yang setengah terpaksa atau dipaksa, biasanya sering muncul ide-ide baru yang segar untuk menerobos pasar dan tak jarang pada akhirnya menjadi sebuah panutan atau teladan bagi pengusaha lain baik yang otodidak maupun yang telah banyak belajar strategi pemasaran dari bangku sekolah ekonomi yang mereka tempuh.
Pepatah lama mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Dan sampai saat ini, saya belum pernah mendengar sebuah pepatah yang mengatakan jika sekolah adalah guru terbaik. Di bangku sekolah, terlalu banyak teori-teori yang menurut saya tidak praktis jika diterapkan pada kehidupan yang pada kenyataannya mempunyai masalah-masalah yang lebih komplek daripada teori-teori yang diajarkan.
Para pengusaha baik yang terlahir secara otodidak ataupun terlahir dari bangku-bangku sekolah ekonomi favorit, pada akhirnya harus bersaing untuk menemukan sebuah strategi pemasaran yang bagus dann tepat untuk mengatasi persaingan yang terjadi didalam pasar. Apabila memang tidak atau belum mampu untuk menemukan strategi pemasaran yang baru, maka mereka diharuskan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang sudah ada sehingga berbeda dengan strategi pemasaran yang digunakan oleh para pesaingnya. Berbeda yang saya maksud, tentunya bukan berbeda yang sifatnya aneh, nyleneh atau menyimpang, tetapi mengembangkan menjadi lebih baik dan pada akhirnya akan mengundang konsumen untuk melirik produk yang kita tawarkan daripada produk yang ditawarkan pesaing.
Strategi pemasaran yang biasa diambil, antara lain adalah :
1. Mencari sebuah tempat yang strategis, dimana banyak orang yang kita bidik untuk membeli produk yang kita tawarkan sering lewat.
2. Menampilkan barang-barang yang bisa mengundang atau memancing orang untuk datang dan melihat-lihat barang yang kita tawarkan.
3. Memberikan suasana yang nyaman kepada pengunjung.
4. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada calon pembeli.
5. Memberikan garansi terrhadap barang yang kita jual.
6. Memasang label harga pada semua barang yang kita jual.
7. Memberikan diskon atau potongan harga jika membeli dalam jumlah besar.
8. Memberikan diskon khusus kepada pembeli yang sedang berulang tahun.
9. Menyediakan fasilitas pembayaran yang lengkap.
10. Menyediakan fasilitas pengantaran barang yang dibeli secara gratis.
Mungkin itu adalah bagian-bagian yang sangat penting dan harus diambil dalam menerapkan strategi pemasaran untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya dan tentunya belum semua dari keseluruhan strategi pemasaran yang ada. Selain sepuluh hal diatas, yang tak kalah pentingnya adalah pemasangan iklan serta pemberian harga yang akan membentuk opini murah. Memberikan label harga pada sebuah barang dengan angka 49.998 akan memberikan efek yang lain kepada calon pembeli, dibandingkan dengan memasang label dengan angka 50.000 atau bisa juga dengan memasang tulisan besar yang mudah terbaca orang lewat, barang ini mulai harga 40ribuan.
Saya bukanlah seorang pengusaha otodidak juga bukan lulusan sebuah sekolah ekonomi, jadi kalau dalam tulisan ini terdapat kesalahan atau kekurangan, silahkan para ahli-ahli ekonomi untuk mengkoreksi apa yang saya tulis diatas.












STRATEGI PEMASARAN
A. Pendahuluan
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan; produk, nilai, biaya dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan; pasar, pemasaran dan pemasar. Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.
Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah
(1) faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat,
(2) faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya. Sedangkan strategi dan kiat pemasaran dari sudut pendangan penjual (4 P) adalah tempat yang strategis (place), produk yang bermutu (product), harga yang kompetitif (price) dan promosi yang gencar (promotion). Sedangkan dari sudut pandang pelanggan (4 C) adalah kebutuhan dan keinginan pelanggan (customer needs and wants), biaya pelanggan (cost to the customer), kenyamanan (convenience) dan komunikasi (comunication). Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka, tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan. Atau secara singkat adalah memenuhi kebutuhan pelanggan.
Ada hubungan erat antara mutu suatu produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri. Mutu yang lebih tinggi menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah. Eksekutif puncak masa kini melihat tugas meningkatkan dan mengendalikan mutu produk sebagai prioritas utama, sehingga setiap industri tidak punya pilihan lain kecuali menjalankan manajemen mutu total (“Total Quality Management”).
Konsep Pemasaran
1. Kebutuhan , Keinginan dan Permintaan
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah adadan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatandan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya.
Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar mempengaruhi keinginandan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.
2. Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasayang dapat diberikannya. Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.
3. Nilai, Biaya dan Kepuasan
Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk manayang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.
4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan
Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhanserta keinginannya dengan pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubunganyang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis dan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan.
5. Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.
6. Pemasaran dan Pemasar
Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksiyang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasar adalah orang yang mencari sumberdaya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua adalah calon pembeli.
Dari konsep inti pemasaran maka, ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan pemasarannya.
A. Konsep Pemasaran Berwawasan Produksi
Konsep ini adalah salah satu konsep tertua, yaitu akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya. Dalam hal ini memusatkan perhatiannya untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi serta cakupan distribusi yang luas. Konsep ini dapat dijalankan apabila permintaan produk melebihi penawarannya dan dimana biaya produk tersebut sangat tingi. Kelemahan konsep pemasaran ini adalah pelayanan tidak ramah dan buruk.

B. Konsep Pemasaran Berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa pelanggan akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan inovatif dalam hal ini memuaskan perhatian untuk membuat produk yang lebih baik dan terus menyempurnakannya. Industri yang berwawasan ini cenderung tidak memperhatikan keinginan dan kebutuhan dari pelanggan, sehingga divisi pemasaran akan mengalami kesulitan dalam pemasaran.

C. Konsep Pemasaran Berwawasan Menjual
Konsep ini berpendapat bahwa kalau pelanggan dibiarkan saja, pelanggan tidak akan membeli produk industri dalam jumlah cukup sehingga harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Konsep ini beranggapan bahwa pelanggan enggan membeli dan harus didorong supaya membeli. Konsep ini sering digunakan pada “ Produkyang tidak dicari” atau tidak terpikir untuk dibeli serta pada industri yang mengalami kelebihan kapasitas produksi.

D. Konsep Pemasaran Berwawasan Pemasaran
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan industri terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada saingannya. Konsep berwawasan pemasaran bersandar pada empat pilar utama, yaitu
1. pasar sasaran,
2. kebutuhan pelanggan,
3. pemasaran yang terkoordinir serta
4. euntungan.
Konsep ini telah dinyatakan dalam banyak cara :
• Memenuhi kebutuhan dengan menguntungkan
• Temukan keinginan dan penuhilah
• Cintailah pelanggan bukan produknya
• Dapatkanlah sesuai kesukaan anda
• Berusaha sekuat tenaga memberikan nilai, mutu dan kepuasan tertinggi bagi uang pelanggan.

E. Konsep Pemasaran Berwawasan Bermasyarakat
Konsep ini beranggapan bahwa tugas industri adalah menentukan kebutuhkan, keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhi dengan lebih efektif serta lebih efisien daripada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan pelanggan dan masyarakat. Konsep pemasaran bermasyarakat meminta pemasar untuk menyeimbangkan tiga faktor dalam menentukan kebijaksanaan pemasaran, yaitu
1. keuntungan industri jangka pendek,
2. kepuasan pelanggan jangka panjang dan
3. kepentingan umum dalam pengambilan keputusan.
Kepuasan Pelanggan Sepenuhnya (Total Customer Satisfaction)
Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan.
Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf, yaitu:
(1) memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan, contoh : Wiraniaga toko daging A menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seseorang pelanggan. Ia menanyakan beberapa kg diperlukan, kemudian ditimbang dan dibungkus.
(2) memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi. Contoh : Wiraniaga toko daging B menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seorang pelanggan. Ia menunjukan jenis daging apa yang diperlukan (disesuaikanCdengan masakannya), yang sudah di “aging” atau tidak (dijelaskan keuntungannya), kemudian di timbang diberi es dan dibungkus.
(3) melakukan lebih daripada apa yang diharapkan pelanggan. Contoh : Wiraniaga toko daging C (selain seperti di toko daging B), juga dijelaskan berbagai hal tentang kualitas daging dan perbedaan dari masing-masing jenis daging, jenis kemasan (vacum atau tidak dan selain itu diberikan alternatif daging dari industri yang lain (setengah atau sudah matang). Setelah itu ditimbang, diberi es , dibungkus dan diserahkan sambil tersenyum serta mengucapkan terima kasih.
Dari ketiga taraf diatas, keberhasilan strategi pemasaran dapat dicapai apabila sudah mencapai ketaraf 3, yaitu yang paling memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Setiap orang diindustri mempunyai pelanggan yang harus dipuaskannya. Ini yang pertama-tama harus disadari setiap karyawan. Kepuasan pelanggan relevan untuk kita semua, apapun pekerjaan kita, jadi kepuasan pelanggan bukan semata-mata urusan dan tanggung jawab divisi pemasaran dan pelayanan purna jual. Langkah pertama dalam usaha memuaskan pelanggan adalah menentukan dan mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang berbeda dapat pula berlainan kebutuhannya dan juga berbeda perioritasnya, tetapi pada dasarnya kebutuhan-kebutuhan umum hampir sama.
Untuk mencapai kepuasan pelanggan dalam konteks industri diperlukan beberapa kondisi dan usaha, antara lain
(a) filosofi kepuasan pelanggan
(b) mengenal kebutuhan atau harapan pelanggan
(c) membuat standar dan pengukuran kepuasan pelanggan
(d) orientasi karyawan
(e) pelatihan
(f) keterlibatan karyawan dan
(g) pengakuan.
Sedangkan dalam konteks karyawan, ada empat unsur pokok yang harus dimiliki karyawan, yaitu
(a) keterampilan
(b) efisiensi, yaitu target “zero defect” dan tepat waktu “ deadline”
(c) ramah dan
(d) rasa bangga.
Siapa yang Termasuk Pelanggan
Setiap orang adalah pelanggan. Pelanggan adalah setiap orang, unit atau pihak dengan siapa kita bertransaksi, baik langsung maupun tidak langsung dalam penyediaan produk. Pada dasarnya ada dua jenis pelanggan, yaitu Pelanggan Eksternal dan Pelanggan Internal
Pelanggan Eksternal. Pelanggan eksternal adalah orang diluar industri yang menerima suatu produk (end-user). Pelanggan eksternal setiap industri jelas adalah masyarakat umum yang menerima produk industri tersebut. Beberapa hal yang diperlukan pelanggan eksternal adalah
(a) kesesuaian dengan kebutuhan akan produk
(b) harga yang kompetitif
(c) kualitas dan realibilitas
(d) pengiriman yang tepat waktu dan
(e) pelayanan purna jual.
Pelanggan Internal. Pelanggan internal adalah orang yang melakuakan proses selanjutnya dari suatu pekerjaan (“next process”) Pelanggan internal merupakan seluruh karyawan dari suatu industri. Yang diperlukan pelanggan internal adalah
(a) kerja kelompok dan kerjasama,
(b) struktur dan sistem yang efisien,
(c) pekerjaan yang berkualitas dan
(d) pengiriman yang tepat waktu.
Apa yang Terjadi Jika Pelanggan Tidak Puas ?
Pelanggan Eksternal. Hasil studi di Amerika menunjukan hal-hal berikut :
• 90 % Pelanggan yang tidak puas tidak akan membeli lagi produk
• Setiap pelanggan yang tidak puas akan menceritakan kepada paling sedikit 9 orang lain
• Waktu usaha, tenaga dan uang yang diperlukan untuk menarik seseorang pelanggan baru 5 kali lebih banyak daripada untuk mempertahankan seorang pelanggan lama.
• Setiap pelanggan yang puas akan menceritakannya kepada paling sedikit 5 orang lainnya, yang sebagian diantaranya dapat menjadi pelanggan.
Hasil Studi “ National Productivity Board” di Singapura menunjukkan :
- 77 % responden menyatakan tidak akan kembali jika mendapatkan pelayanan yang buruk di restoran, pusat perbelanjaan atau “sevice counter”
- 55 % responden menyatakan akan memberitahukan kepada teman mereka agar tidak belanja atau pergi ketempat tersebut.
Pelanggan Internal Pada umunya, bila karyawan sebagai pelanggan internal tidak puas maka kesalahan yang dibuat akan bertambah, kualitas produk menurun dan biaya industri meningkat. Jika suatu proses produksi telah menyimpang sejak awal, berapa banyak biaya yang harus ditambahkan untuk perbaikan atau penggantian.
Tujuh Langkah Psikologis dalam Mengkonsumsi Produk
Secara psikologis ada tujuh tahap yang dilewati pelanggan sebelum memutuskan membeli suatu produk:
Langkah 1 : Perhatikan
- Calon pelanggan memandang sekejap mata produk yang dipanjang di etalase atau ruang pamer.
Langkah 2 : Minat
- Calon pelanggan menunjukan minat pada produk tertentu dipajang, mencari tahu rancangan, harga dan kualitasnya.
Langkah 3 : Asosiasi Gagasan
- Calon Pelanggan membayangkan dirinya menggunakan produk sesuai dengan iklannya
Langkah 4 : Keinginan
- Jika calon pelanggan ragu-ragu, maka ia akan membandingkan dengan produk lain yang sejenis dan kemudian akan mengevaluasinya terhadap rancangan, harga dan kualitasnya.
Langkah 5 : Kepercayaan
- Keputusan calon pelanggan untuk membeli suatu produk didasarkan atas kepercayaan tumbuhnya rasa kepercayaan dipengaruhi oleh wiraniaga, reputasi industri, merek produk dan kualitas produk
Langkah 6 : Tindakan
- Calon pelanggan membeli produk
Langkah 7 : Kepuasan
- Setelah membeli produk, pelanggan dapat mengalami 2 jenis kepuasan, yaitu kepuasan saat proses pembelian (pelayanan wiraniaga) dan kepuasan menggunakan produk (kualitas)
Ada dua hal yang dapat dipetik dari tujuh langkah psikologi tersebut :
1. Keputusan untuk membeli terjadi karena kebutuhan-kebutuhan pelanggan terpuaskan, mulai dari ruang pamer yang telah mengantisipasi kebutuhan, penyusunannya (display) yang menarik, pelayanan penjualan dan purna jual yang prima serta kualitas produk terpercaya.
2. Setiap karyawan sebenarnya terkait kepada produk dan mempunyai andil untuk memberikan kepuasan pelanggan, mulai dari karyawan produksi sampai wiraniaga.
Bagaimana Mengukur Kepuasan Pelanggan ?
Cara sederhana yang digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan, yaitu :
a. Sistem Keluhan dan Saran
Industri yang berwawasan pelanggan akan menyediakan formulir bagi pelanggan untuk melaporkan kesukaan dan keluhannya. Selain itu dapat berupa kotak saran dan telepon pengaduan bagi pelanggan. Alur informassi ini memberikan banyak gagasan baik dan industri dapat bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan masalah.
b. Survei Kepuasan Pelanggan
Industri tidak dapat menggunakan tingkat keluhan sebagai ukuran kepuasan pelanggan. Industri yang responsif mengukur kepuasan pelanggan dengan mengadakan survei berkala, yaitu dengan mengirimkan daftar pertanyaan atau menelpon secara acak dari pelanggan untuk mengetahui perasaan mereka terhadap berbagai kinerja industri. Selain itu juga ditanyakan tentang kinerja industri saingannya.
c. Ghost Shopping (Pelanggan Bayangan)
Pelanggan bayangan adalah menyuruh orang berpura-pura menjadi pelanggan dan melaporkan titik-titik kuat maupun titik-titik lemah yang dialami waktu membeli produk dari industri sendiri maupun industri saingannya. Selain itu pelanggan bayangan melaporkan apakah wiraniaga yang menangani produk dari industri.
d. Analisa Pelanggan yang Beralih.
Industri dapat menghubungi pelanggan yang tidak membeli lagi atau berganti pemasok untuk mengetahui penyebabnya (apakah harganya tinggi, pelayanan kurang baik, produknya kurang dapat diandalkan dan seterusnya, sehingga dapat diketahui tingkat kehilangan pelanggan.

Sumber:
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/ekonomi-manajerial/strategi-pemasaran-dan-pengendalian-mutu-produk




STRATEGI PEMASARAN
Salah satu satu dari strategi pemasaran yang sering dilakukan oleh suatu perusahaan adalah dengan cara melakukan penyebaran pemasaran itu sendiri, atau lebih sering dikenal dengan istilah bauran pemasaran.Bauran pemasaran sendiri didefinsikan sebagai suatu strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang dapat meliputi menentukan master plan dan mengetahui serta menghasilkan pelayanan (penyajian) produk yang memuaskan pada suatu segmen pasar tertentu yang mana segmen pasar tersebut telah di jadikan sasaran pasar untuk produk yang telah diluncurkan untuk menarik konsumen sehingga terjadi pembelian.
Dalam melakukan dan merencanakan pemasaran strategi, beberapa perusahaan telah menggunakan berbagai cara yang kemudian dikombinasikan menjadi satu, untuk jenis strategi pemasaran dalam hal inilebih akrab dikenal dengan istilah ‘Marketing mix’. Marketing mix dapat didefinisikan sebagai perpaduan berbagai strategi yang berupa kegiatan atau faktor-faktor penting yang merupakan hal-hal yang menjadi inti dari strategi pemasaran itu sendiri.
Berikut beberapa hal penting yang sangat mempengaruhi keberhasilan marketing mix, dalam memasarkan suatu produk:
A. Produk sebagai Objek Pemasaran
Produk adalah objek yang sangat vital yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mendatangkan keuntungan atau laba yang akan tetap menjaga operasional dan kesehatan suatu perusahaan. Dengan melalui produk, produsen dapat memanjakan konsumen. Karena dari produk akan dapat diketahui, seberapa besar kepuasan dan kebutuhan akan produk itu sendiri dalam kehidupan konsumen.
Sedangkan produk itu sendiri memilki sifat dan karakteristik yang amat beragam, dan suatu produk yang potensial adalah suatu produk yang sering diburu konsumen, bahkan tidak perlu melakukan promosi dalam manjemen pemasaran. Berikut beberapa hal karakterisitik dari produk yang berupa jasa yang mungkin harus Anda ketahui dalam menetapkan strategi pemasaran:
1. Produk jasa adalah produk yang dipasarkan di pasaran yang memiliki sifat yang tidak berwujud. Karena biasanya produk jasa adalah tidak bisa dilihat, namun dapat dirasakan. Selain itu, produk jasa juga tidak bisa diraba, dicium namun bisa sangat dirasakan manfaatnya dalam menunjang aktivitas konsumen.
2. Produk jasa yang ditawarkan ke konsumen sifatnya tidak bisa dipisahkan dari perihal faktor yang mendukung dari terciptanya produk berupa jasa itu sendiri. Sebagai contoh produk dari jasa penginapan yang ditawarkan dari suatu wisma, maka produk jasa itu sendiri tidak akan bisa dipisahkan dari bangunan wisma itu sendiri, tempat produk jasa itu dipasarkan.
3. Produk jasa juga memiliki sifat yang dinamis yang mengikuti perkembangan pola hidup konsumen yang menjadi target pemasaran. Karena mengikuti tuntutan update dari strategi pemasaran itu sendiri, maka produk jasa yang ditawarkan juga akan mengalami perubahan untuk menunjang pemasaran dengan hasil yang maksimal yang akan didapatkan oleh perusahaan. Perubahan dari produk jasa ini akan menciptakan persaingan usaha baik dari segi kualitas maupun dari segi harga. Sebagai contoh harga penginapan dari suatu wisma akan berbeda tarifnya dengan jasa produk yang ditawarkan oleh hotel dengan kelas berbintang.
4. Produk jasa biasanya memilki dan bersaing dengan berpacunya waktu, sehingga memiliki daya tahan tertentu. Dalam hal ini dapat juga dibilang produk jasa tidak dapat disimpan, oleh karena itu manfaatnya biasanya hanya dapat dirasakan pada saat melakukan transaksi pembelian dari produk jasa itu sendiri.
B. Analisis terhadap Harga untuk Sebuah Produk
Penentuan dari harga dari suatu produk adalah suatu hal yang juga sangat krusial. Penentuan harga dari suatu produk akan sangat mempengaruhi dari keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang akan didapatkan oleh suatu perusahaan. Penentapan dari suatu produk, akan sangant dipengaruhi dari seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan dalam memproduksi produk itu sendiri. Semakin besar pengorbanan yang dilakukan maka akan semakin besar dan tinggi harga yang dibandrol dari produk itu sendiri!
Kebijakan dalam menentukan harga dari suatu produk, maka kelak akan sangat mempengaruhi dari pelayanan harus dilakukan oleh perusahaan terhadap konsumen. Dan ini tentunya juga membutuhkan biaya budget yang juga harus diperhitungkan dengan menentukan nilai harga dari produk itu sendiri yang sangat diharapkan dan telah dirancang agar dari harga produk itu sendiri dapat menutupi semua biaya produksi sehingga akan menghasilkan profit bagi perusahaan.
Harga sangat mempengaruhi penjual dari suatu produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. Penentuan harga sangat dibutuhkan strategi pemasaran yang amatlah matang agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Menetapkan harga yang murah adalah bukan solusi diatas segalanya. Namun penetapan harga dengan cerdas akan sangat membatu untuk mendobrak penjualan. Strategi dalam menetapkan harga produk dapat dilakukan dengan menganalsis kelebihan, keunggulan dan kekurangan dari produk yang dimiliki. Dengan jalan ini maka kelak dikemudian hari tidak akan ditemukan istilah harga yang seharusnya lebih mahal atau lebih murah dari kualitas barang yang dimiliki. Penentuan harga barang juga dapat dianalisis dengan melihat persaingan dan seberapa besar kebutuhan produk yang akan dicari oleh konsumen.
C. Kegiatan Distribusi yang Dijalankan
Distribusi adalah juga merupakan bagian yang vital dari bagian strategi pemasaran itu sendiri. Pemilihan strategi dengan tepat akan dapat membantu produk sampai ke konsumen dengan harga yang sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Karena tak jarang suatu produk yang telah dibandrol dengan harga sekian, namun karena kesalahan ditribusi ketika sampai ke tangan konsumen, harga yang terjadi ketika transaksi jual beli adalah lebih mahal dari harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan yang sebelumnya.
Salah satu strategi pemasaran yang sebaiknya harus diperhatikan agar aktivitas jalannya distribusi dapat berjalan dengan lancer, adalah dengan memperhatikan perihal channel of ditribusi atau jika diterjemahkan mengandung arti saluran distribusi. Saluran ditribusi dapat membantu perusahaan dalam proses pemasaran terutama untuk menganalisis berbagai kendala yang terjadi di lapangan, sehingga dapat diambil kebijakan strategi yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan distibusi kembali akan dapat berjalan dengan normal dan baik demi tercapainya kepuasan konsumen.
Salah satu unit yang sangat membantu dalam jalannya proses distribusi adalah unit distributor. Distributor sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam membantu pemasaran objek produksi. Dalam menunjuk distributor yang tepat dan juga menetapkan kebijkan yang benar tentang saluran distribusi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Melakukan riset dan analisis yang lebih mendalam terhadap pihak-pihak lembaga yang terkait dalam menunjang proses pemasaran, terutama seabagai contoh adalah pihak-pihak terkait seperti pedagang perantara antara pihak perusahaan dengan konsumen di daerah tertentu.
2. Mempertimbangkan karakteristisk dari segmen pasar yang telah dibidik, dan secara geografis bagaimana lokasi pembali, apakah mudah dijangkau atau keadaan yang terjadi adalah sebaliknya.
3. Memperhitungkan seberapa besar persediaan produk yang dipasok yang disesuaikan dengan seberapa besar dengan kebutuhan konsumen. Hal ini bertujuan untuk menganailisis efektifitas proses distribusi yang akan dilakukan dalam jangka panjang.
4. Memikirkan dengan segala jaringan pemasaran yang dimiliki agar dapat didaya upayakan secara maksimal sehingga hasil pemasaran yang disokong dari proses distribusi dapat memberikan hasil yang optimal.
Pola distribusi yang harus dipertimbangkan dan selalu diamati adalah dengan melakukan penyesuaian dengan perkembangan pola dinamika gaya hidup masyarakat. Jika hal ini dapat dilakukan dengan baik, maka proses distibusi dapat berjalan dengan baik dan akan mensuport untuk menghasilkan nilai penjualan yang memuaskan.
D. Melakukan Kegiatan Promosi
Kegiatan promosi biasanya merupaka komponen prioritas dari kegiatan pemasaran. Dengan adanya promosi maka konsumen akan mengetahui bahwa perusahaan meluncurkan produk baru yang akan menggoda konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian. Kegiatan promosi banyak yang mengatakan identik dengan dana yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar dana yang dimiliki oleh suatu perusahaan maka umumnya akan menghasilkan tingkatan promosi yang juga sangat gencar untuk dapat dilakukan. Namun dana bukan diatas segala-galanya. Dana yang terbatas dapat diatasi dengan inovasi yang lebih pintar dan tepat. Salah satu solusi yang dapat dilakukan dengan menganalisis keungulan produk, modal lain yang dimiliki oleh perusahaan, dan segmen pasar yang dibidik. Dengan mempertimbangkan faktor strategi pemsaran diatas, maka promosi dapat dilakukan lebih pintar dan efisien serta tepat sasaran.
Kegiatasn promosi sangat erat kaitannya dengan penyebaran informasi untuk disampaikan ke konsumen. Dalam penyampaian strategi informasi ini ada beberapa hal penting yang hendaknya diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
1. Program periklanan yang dijalankan, kegiatan periklanan merupakan sebagai media utama bagi perusahaan untuk menunjangan kegiatan promosi dimana promosi memiliki tujuan utama untuk menarik konsumen agar mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan. Saat ini periklanan yang sering digalakan adalah melalui kegiatan media cetak dan elektronik. Dunia iklan sendiri telah mengalami perkembangan yang amat pesat. Salah satunya adalah dengan mulai maraknya iklan dengan melalui media internet.
2. Promosi dengan mengutamakan penjualan yang dilakukan secara pribadi atau lebih dikenal dengan istilah ‘Personal Selling’. Kegiatan promosi yang satu ini bisa dikatakan sebagai ujung tombak dari kegiatan promosi. Karena kegiatan personal selling adalah kegiatan promosi yang mengharuskan berhadapan dengan konsumen dengan secara langsung. Melalui kegiatan promosi personal selling secara professional akan sangat membantu untuk tercaipanya penjualan yang secara fantastis. Personal selling yang dilakukan secara besar meruapakan salah satu alternative solusi yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan jika memilki modal yang cukup besar.
3. Promosi yang dilakukan dengan mengedepankan kualitas promosi penjualan. Promosi penjualan mengedepankan aspek penambahan intensitas terhadap strategi dalam pemasaran produk. Penambahan intensitas disini dalam meliputi berbagai aspek manajemen pemasaran, meliputi peningkatan kualitas produk, kualitas pelayanan distribusi, menambah kualitas pelayanan agar menjadi lebih baik dan masih banyak aspek lainnya yang dapat ditingkatkan demi tercapainya kepuasan pelanggan atas produk yang telah dipasarkan.
4. Promosi dengan cara meningkatkan publisitas, cara ini lebih condong untuk membentuk sebuah image yang lebih positif terhadap produk yang ditawarkan. Pembentukan image positif ini dapat dilakukan dengan iklan atau promosi yang memiliki karakteristik tertentu yang tidak dapat dimiliki oleh strategi pemasaran produk lainnya. Bisa saja dapat dilakukan dengan cara menciptakan suatu produk yang memiliki poin lebih, karakteristik unik, dan mempunyai manfaat lebih yang dapat menjadi pemikiran positif dihadapan konsumen. Jika hal ini dapat dilakukan maka image atau gambaran positif yang berkembang di masyarakat akan terbentuk dan mendatangkan beberapa faktor positif untuk mendongkrak penjualan.
Keempat komponen pemasaran yang telah dipaparkan diatas harus dapat dilakukan secara singkron agar menghasilkan strategi pemasaran yang baik dalam jangka panjang, sehingga keuangan perusahaan dapat berjalan dengan sehat dan kesejahteraan dapat ditingkatkan baik bagi perusahaan itu sendiri atau bagi karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.
Sumber:
http://go-kerja.com/strategi-pemasaran/

Kamis, 08 Mei 2014

Seberkas Catatan 3 Tahun Yang Lalu



Selamanya aku akan selalu memuji dan menyembah Allah-ku. Dia yang memberikan jalan yang tak pernah ditinggalkan oleh-Nya, dan tak ada satu hari pun kulalui tanpa-Nya. Sungguh aku mempunyai Allah yang setia, yang selalu menyertai dan menjaga setiap perjalanan hidupku. Tak terasa, sudah 21 tahun aku berdiam di dunia yang penuh dengan pelajaran ini. Dunia yang selalu mengajarkan tentang banyak hal, mengasihi, mencintai, menyayangi, dan menyakiti, dunia yang selalu dikerumuni oleh berbagai hal yang ada, tentang kekerasan, sakit hati, dan masalah-masalah yang bertubi-tubi. Tapi, semuanya itu bisa ku lalui hingga sampai saat ini, dan itu semua bukan karena kekuatanku untuk menghadapi semua itu, tapi karena ada campur tangan Tuhan, kuasa Tuhan yang selalu ada untukku.
Dan kini, setelah 4 tahun aku mengejar ilmu di perguruan tinggi, UNIMA, kini ku merasa berbahagia, mempunyai Allah yang selalu dan selalu menyertai akan setiap tahapan demi tahapan yang ku tempui selama masa studi. 15 Desember 2011 adalah tanda dimana impianku untuk mencapai gelar kesarjanaanku bisa berhasil, dan bisa membahagiakan setiap impian yang didambakan oleh orang yang mencintaiku dan menyayangiku. Sukacita yang terpancar di hari itu membuat semua merasa bahagia, dan tak mudah bagi setiap orang untuk mencapai hal tersebut, harus membutuhkan perjuangan yang lebih, dalam giat belajar, rajin mengikuti perkuliahan, dan memahami bahan perkuliahan, dan tentunya tidak lupa mengandalkan kuasa Tuhan. Ora et labora adalah kalimat yang selalu ku pegang ketika ku memasuki lahan perkuliahan yang mempunyai banyak sekali orang-orang yang menakjubkan, yang mempunyai berbagai keterampilan dalam bekerja dan keahlian dalam bertindak maupun berpikir.
Dimulai ketika Roh Kudus bekerja dalam kedua orangtuaku, yang secara langsung memintaku untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, diriku merasa senang namun bercampur sedih, karena melihat kondisi keuangan keluargaku yang saat itu benar-benar kritis dan ujung ambang kehancuran karena dampak perkenomian saat itu. Namun, karena aku tidak bisa mengecewakan kedua orangtuaku, aku pun bangkit dari ketidaktulusanku untuk melanjutkan studi dan berniat untuk mengikuti saran orangtua dan mencoba serta berusaha keras dalam mencapai keinginan mereka. Tak terasa ketika ujian masuk dimulai, aku meminta doa kepada orangtua untuk selalu mendoakanku agar bisa mencapai keinginan mereka, dan ternyata doa orangtua selalu saja terkabulkan. Hingga pengurusan administrasi perkuliahan pun, kami diselimuti dengan kuasa dari Tuhan. Dan ketika perkuliahan dimulai, ternyata ada begitu banyak cobaan yang terus mendatangiku, setiap cobaan yang mencoba untuk menggagalkan rencana kedepanku, dan hal itu terjadi begitu saja, aku mulai menikmati indahnya masa muda dan mulai lupa dengan harapan dari orangtua, mulai dari malas mengikuti perkuliahan, hingga pembuatan tugas, dan ketika ujian semester dimulai, aku tersadar, dan berusaha bangun kembali, namun ternyata semester awal ketika ujian berakhir dan menerima hasil semester, nilaiku begitu rendah bahkan dibawah rata-rata. Saat itu aku tidak terkejut atas nilai yang kudapati, karena aku sadar akan perbuatanku yang membuat nilaiku begitu rendah. Di semester berikut aku mencoba untuk lebih berkonsentrasi dengan perkuliahanku, dan hasilnya cukup memuaskan, nilaiku naik, naik dan bertahan disitu. Aku bahagia dan merasa puas dengan perjuanganku selama bangun dari jatuhnya diriku atas kemalasan yang selalu menimpaku. Dan saat semua mata kuliah selesai dikontrak, aku pun berusaha untuk menjadi lebih baik lagi, hingga saat magang kerja guru, hanya rasa guguplah yang terus menyelimutiku di hari pertama mengajar, dan seterusnya merasa santai dengan kepastian penuh percaya diri yang tinggi. Dan ternyata hasilnya memuaskan. Sangat memuaskan bagiku. Setiap ujian pun diselesaikan dengan satu persatu dan tiba saatnya hari wisuda. Ketika aku mengenakan akan toga dan pakaiannnya, aku sangat bahagia, sempat ada tetesan air mata bahagia dan haru melintas di pipiku. Ku lihat kedua orangtuaku yang juga bahagia melihat anaknya lulus dengan tepat waktu, memeluk diriku dengan perasaan bangga, dan sesaat suasana pun menjadi indah. Saat masuk di ruang wisuda, dengan mata yang berkaca-kaca ku lihat kedua orangtuaku yang memandangku dengan senyuman bangga, jelas sekali kulihat wajah mereka yang saat itu seperti melihat sesuatu yang tak pernah dirasakan sebelumnya, namun mengena di hati dan bahagia karena melihat tersebut. Tentu saja mereke merasa bahagia, seketika aku naik ke panggung, menerima ijasah yang diberikan oleh Dekan, dan berjabat tangan dengan Rektor, seketika aku melambaikan tangan, tanda terima kasihku untuk mereka.
Kini aku yang telah dianugerahi gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) yang ku tempuh selama 4 tahun, dan dengan bangga ku menyandang gelar tersebut dan bersiap untuk memulai hidupku dengan mengajar, memberi pengarahan kepada orang-orang yang membutuhkan setiap pertolongan dalam memahami apa artinya suatu pelajaran dan memahami maksud dari isi pemikiran setiap orang di dunia ini.
Aku berjanji, aku akan selalu memberikan jasaku pada setiap orang yang membutuhkanku, dan kepada setiap orang ingin belajar bersamaku, dan aku siap untuk melangkahkan kakiku untuk berpacu dalam mempertanggungjawabkan pendidikan di Indonesia. Karena aku, anak negeri yang menjunjung tinggi pendidikan, yang selalu mengembangkan setiap ilmu pengetahuan yang kumiliki, untuk diwariskan kepada anak cucuku nanti.
Terima kasih Yesus
Terima kasih Papa & Mama
Terima kasih Adik-adik
Terima kasih kekasihku
Terima kasih almamaterku
Terima kasih semuanya

Minggu, 27 April 2014

Contoh RPP SMA Kurikulum 2013



Sobat pembaca yang saya kasihi, kali ini saya ingin membagikan salah satu contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau biasa dikenal dengan RPP. Kita ketahui bersama, bahwa pendidikan di Indonesia ini mengalami begitu banyak perubahan, dan tentu saja itu semua guna untuk pendidikan Indonesia agar lebih maju dan para penerus bangsa bisa "berjuang" di dalam dunia pendidikan pula.
Untuk itu, dibentuklah RPP Kurikulum 2013. Dimana, RPP kurikulum ini adalah revisi dari RPP dalam kurikulum sebelumnya. Setelah sobat pembaca melihat isi kurikulum ini, diharapkan agar bisa melihat apa yang menjadi perbedaan RPP sekarang dan RPP sebelumnya.
Oleh karena itu, sebagai pembaca yang baik, hendaklah kita meneliti serta menelaah apa yang menjadi perbedaan dengan kurikulum sebelumnya dalam hal ini perangkat pembelajaran - Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah                       : SMA Negeri Maju Bersama
Kelas / Semester                    : XII / Ganjil
Peminatan                              : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Mata Pelajaran                      : Ekonomi
Tema / Topik                         : Koperasi Sekolah
Pertemuan ke-                       :
Alokasi Waktu                       : 2 x 45 menit

A.    Kompetensi Inti
KI 1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2.       Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3.       Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4.       Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B.     Kompetensi Dasar
KD 1.2   Menerapkan ajaran agama dalam praktek mengelola usaha dan koperasi
KD 2.4   Menunjukkan perilaku kreatif, percaya diri, disiplin, tanggung jawab, kerjasama dan mandiri dalam melakukan praktik mengelola koperasi sekolah
KD 4.4   Menerapkan teori pengelolaan koperasi

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi
1.      Menjelaskan pengertian koperasi sekolah
2.      Menyebutkan ciri-ciri koperasi sekolah
3.      Menyebutkan tujuan koperasi sekolah

D.    Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa mampu menjelaskan pengertian koperasi sekolah
2.      Siswa mampu menyebutkan ciri-ciri koperasi sekolah
3.      Siswa mampu menyebutkan tujuan koperasi sekolah

E.     Materi Ajar
Koperasi Sekolah
1.      Pengertian Koperasi Sekolah
Istilah koperasi berasal dari dua kata, yaitu co dan operation. Co berarti bersama dan operation berarti pekerjaan, sehingga kalau digabung menjadi cooperation atau koperasi berarti pekerjaan bersama, atau bersama-sama bekerja untuk tujuan tertentu
Menurut Undang-Undang Koperasi No. 25 Tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa-siswa sekolah. Jika koperasi sekolah didirikan di Sekolah Dasar, berarti nama disebut Koperasi Sekolah Dasar. Selanjutnya jika koperasi sekolah didirikan di Sekolah Menengah Pertama, maka disebut Koperasi Sekolah Menengah Pertama, dan seterusnya.
2.      Ciri-Ciri Khusus Koperasi Sekolah
1)      Tidak berbadan hukum namun diakui sebagai koperasi.
2)      Anggotanya terdiri atas siswa SD, SMP, SMA, SMK, atau sekolah sederajat dengannya.
3)      Jangka waktu keanggotaan terbatas selama anggotanya tersebut menjadi siswa sekolah yang bersangkutan.
4)      Diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu agar tidak mengganggu kegaitan belajar mengajar.
3.      Tujuan Koperasi Sekolah
1)      Mendidik, menanamkan, dan memelihara suatu kesadaran hidup bergotong-royong dan setia kawan diantara para murid.
2)      Menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan siswa.
3)      Memelihara dan meningkatkan mutu pengetahuan dan keterampilan di bidang perkoperasian.
4)      Memelihara hubungan baik dan saling pengertian yang mendalam diantara sesama anggota koperasi sekolah.
5)      Membangkitkan sikap berani mengemukakan pendapat
6)      Sebagai saran untuk memenuhi kebutuhan alat-alat sekolah.
7)      Sebagai sarana untuk belajar menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

F.     Alokasi Waktu: 1 x 45  menit

G.    Metode, Model , dan Pendekatan Pembelajaran
-          Metode Pembelajaran             : Ceramah, Tanya jawab
-          Model Pembelajaran               : Artikulasi
-          Pendekatan Pembelajaran       : Pendekatan Saintifik (Scientific Approach)
H.    Media/ Sumber Pembelajaran
v  Alat pembelajaran         : 1. Lembaran tugas
                                      2. Laptop
                                      3. LCD
                                      4. Chart
v  Media pembelajaran     : Power point
v  Buku sumber                            : Ekonomi untuk SMA dan MA KelasXII
                                                  YuliEko.2009.Ekonomi.Jakarta.CV.Mitra Media Pustaka
                                                  Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII
                                                  Noviani, Leni.2009.Ekonomi.Jakarta:Pusat Perbukuan Depdiknas

I.       Proses Belajar Mengajar atau Skenario Pembelajaran
A.    Pendahuluan
Kegiatan (Guru dan Siswa)
Metode
Media
Alokasi Waktu per-tahap
Penilaian pengamat
1.      Mengucapkan salam
2.      Berdoa
3.      Mengabsen Siswa yg hadir
4.      Apersepsi
v  Mengingatkan kembali tentang materi yang diajarkan  pertemuan sebelumnya. Misalnya : Apa yang dimaksud dengan koperasi?
5.      Motivasi
v  Koperasi adalah salah satu alternatif dalam mensejahterakan orang-orang.
Ceramah

5 menit

B.     Inti

Kegiatan (Guru dan Siswa)
Metode
Media
Alokasi Waktu
Penilaian
Pengamat
1.      Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai
2.      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3.      Untuk mengetahui daya serap siswa, guru membentuk kelompok berpasangan dua orang
4.      Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
5.      Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
6.      Guru mengulangi/ menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
7.      Kesimpulan/ penutup
Ceramah, diskusi,
Artikulasi
Power point, Chart
35 menit

C.    Penutup

Kegiatan (Guru dan Siswa)
Metode
Media
Alokasi Waktu
Penilaian
Pengamat
1.      Guru memberikan  Post Test: Tanya jawab antara Guru dan siswa untuk menguji siswa apa sudah mengerti materi yang sudah di jelaskan dari awal sampai akhir.
2.      Guru dan siswa bersama – sama menyimpulkan materi yang dibahas

Ceramah

5  menit



J.      Penilaian Proses dan hasil Belajar
1.      Teknik Penilaian            : Tes tertulis dan pengamatan
2.      Bentuk Instrumen                     : Essay
3.      Instrumen                                 :
1.      Apa yang dimaksud dengan koperasi sekolah?
2.      Sebutkan ciri-ciri koperasi sekolah!
3.      Sebutkan tujuan mendirikan koperasi sekolah!
4.      Kunci Jawaban                         : Terlampir

TABEL SPESIFIKASI LEMBAR PENILAIAN
Tabel 1 : Lembar Penilaian Pengetahuan
Indikator
LP dan Butir Soal
Kunci LP dan Jawaban Butir soal
·         Menjelaskan pengertian koperasi sekolah
·         Menyebutkan ciri-ciri koperasi sekolah
·         Menyebutkan tujuan mendirikan koperasi sekolah
1.      Jelaskan pengertian koperasi sekolah!
2.      Sebutkan ciri-ciri koperasi sekolah!
3.      Sebutkan tujuan mendirikan koperasi sekolah!
Terlampir

Tabel 2 : Lembar Penilaian sikap
Aspek yang dinilai
Teknik penilaian
Waktu penilaian
Karakter:
a.      Jujur ; peserta didik diharapkan jujur dalam mengerjakan tugas yang diberikan
b.      Tanggung jawab ; peserta didik diharapkan menyelesaikan tugas yang diberikan tepat waktu
c.       Teliti ; peserta didik diharapkan teliti dalam mengerjakan tugas-tugas yang deberikan
Pengamatan
Selama pembelajaran dan saat diskusi

4.      Lembar Penilaian Keterampilan
Aspek Yang Dinilai
Teknik penilaian
Waktu penilaian

Keterampilan Sosial
a.       Bertanya ; peserta didik dalam mengajukan pertanyaan dapat  menggunak
b.      an tutur kata yang sopan
c.       Menyumbang ide atau pendapat ; peserta didik dapat menyumbangkan ide atau gagasan yang bersifat toleran
d.      Menjadi pendengar yang baik ; peserta didik dapat menjadi pendengar yang baik saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran
e.       Berkomunikasi ; peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik

Pengamatan
Penyelesaian tugas (baik individu maupun dalam kelompok) dan saat diskusi
LAMPIRAN KUNCI JAWABAN SOAL ESSAY
KUNCI JAWABAN SOAL ESSAY :
1.      Pengertian koperasi sekolah adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa-siswa sekolah
2.      Ciri-Ciri Khusus Koperasi Sekolah
a.       Tidak berbadan hukum namun diakui sebagai koperasi.
b.      Anggotanya terdiri atas siswa SD, SMP, SMA, SMK, atau sekolah sederajat dengannya.
c.       Jangka waktu keanggotaan terbatas selama anggotanya tersebut menjadi siswa sekolah yang bersangkutan.
d.      Diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu agar tidak mengganggu kegaitan belajar mengajar.
3.      Tujuan koperasi sekolah, yaitu:
a.       Mendidik, menanamkan, dan memelihara suatu kesadaran hidup bergotong-royong dan setia kawan diantara para murid.
b.      Menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan siswa.
c.       Memelihara dan meningkatkan mutu pengetahuan dan keterampilan di bidang perkoperasian.
d.      Memelihara hubungan baik dan saling pengertian yang mendalam diantara sesama anggota koperasi sekolah.
e.       Membangkitkan sikap berani mengemukakan pendapat
f.       Sebagai saran untuk memenuhi kebutuhan alat-alat sekolah.
g.      Sebagai sarana untuk belajar menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
No
Unsur yang dinilai
Skor
Bobot
∑Skor max x Bobot
1
Jika menuliskan jawaban yang benar
4
5
20
Jika menuliskan jawaban  tetapi kurang lengkap
3
Jika menuliskan jawaban tetapi belum lengkap
2
Jika menuliskan jawaban tetapi salah
1
2

Jika menuliskan jawaban yang benar
4
10
40
Jika menuliskan jawaban  tetapi kurang lengkap
3
Jika menuliskan jawaban tetapi belum lengkap
2
Jika menuliskan jawaban tetapi salah
1
3
Jika menuliskan jawaban yang benar
4
10
40
Jika menuliskan jawaban  tetapi kurang lengkap
3
Jika menuliskan jawaban tetapi belum lengkap
2
Jika menuliskan jawaban tetapi salah
1
Jika menuliskan jawaban tetapi salah
1
Jika menuliskan jawaban yang benar
4
Jika menuliskan jawaban  tetapi kurang lengkap
3
∑ Skor max x Bobot


100

Cara menghitung nilai akhir :
                                                      










Tabel 3 : Sikap
No.
Nama
Siswa
NIS
Perilaku / Sikap
Jml
Skor
Ket.
Jujur
Tanggung
Jawab
Hati –
Hati
Teliti
Nilai
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1



















4=Sangat baik
3=Baik
2=Cukup
1=Kurang
2



















3



















4



















5



















Dst.



















Rubrik Penilaian :
a.    Jujur
-         Skor 1  = Tidak jujur mengerjakan tugas
-          Skor 2 = Kurang jujur dalam mengerjakan tugas
-          Skor 3 = Cukup jujur dalam mengerjakan tugas
-          Skor 4 = Sangat jujur dalam mengerjakan tugas
b.    Tanggung jawab
-          Skor 1 = Tidak bertanggungjawab mengerjakan tugas
-          Skor 2 = Kurang bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas
-          Skor 3 = Cukup bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas
-          Skor 4 = Sangat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas
c.    Hati-hati
-         Skor 1  = Tidak hati-hati mengerjakan tugas kelompok
-          Skor 2 = Kurang hati-hati dalam mengerjakan tugas
-          Skor 3 = Cukup hati-hati dalam mengerjakan tugas
-          Skor 4 = Sangat hati-hati dalam mengerjakan tugas
d.   Teliti
-          Skor 1  = Tidak teliti dalam mengerjakan tugas
-          Skor 2  = Kurang teliti dalam mengerjakan tugas
-          Skor 3  = Cukup teliti dalam mengerjakan tugas
-          Skor 4  = Mengerjakan tugas dengan tepat dan teliti

Tabel 4 : Keterampilan
a.       Pengembangan Keterampilan
No.
Nama Siswa
NIS
Keterampilan
Jml Skor

Ket.
Berpikir kritis/ Bertanya
Menyumbang Ide
Menjadi pendengar yang baik
Komunikasi
Nilai
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1



















4=Sangat   baik
3= Baik
2= Cukup
1= Kurang
2



















3



















4



















5



















dst




















Rubrik Penilaian :
a.       Berfikir Kritis/bertanya
-          Skor 1 = Jika tidak menjawab dan bertanya
-          Skor 2 = Jika hanya mampu menjawab
-          Skor 3 = Jika hanya mampu bertanya
-          Skor 4 = Jika mampu bertanya dan menjawab
b.    Kemampuan  Mengemukakan Pendapat
-          Skor 1  = Tidak mampu mengemukakan pendapat
-          Skor 2  = Mampu mengemukakan pendapat, tetapi kurang lancer
-          Skor 3  = Mampu mengungkapkan pendapat secara lugas, tetapi kurang sesuai dengan
    permasalahan
-          Skor 4  = Mampu mengemukakan pendapat secara lugas dan sesuai dengan permasalahan
c.    Menjadi pendengar yang baik/ fokus dan memperhatikan
-          Skor 1 = Tidak fokus dalam menerima materi
-          Skor 2 = Kurang fokus dalam menerima materi
-          Skor 3 = Cukup fokus dalam menerima materi
-          Skor 4 = Fokus dan memperhatiakan dalam menerima materi
d.   Kemampuan Berkomunikasi
-         Skor 1  = Tidak bicara dan memberikan solusi terhadap permasalahan kelompok
-         Skor 2  = Aktif bicara, tetapi tidak mampu memberikan solusi
-         Skor 3  = Aktif bicara dan memberikan solusi, tetapi kurang tepat
-         Skor 4  = Aktif bicara dan memberikan solusi yang tepat
-          
Cara menghitung nilai akhir :

    


Keterangan:

80 - 100                                                                       A: Sangat baik
60 - 79                                                                         B: Baik
40 - 59                                                                         C: Cukup
20 - 39                                                                         D: Kurang
0   - 19                                                                         E: Kurang sekali

                                                                        Mengetahui,
Guru Mata Pelajaran                                       Kepala Sekolah SMA N 1 Maju Bersama


Fernando Kasenda, S.Pd                                ……………………………………………
NIP.                                                                NIP. 

Demikianlah contoh Rencana Pelaksanaan Pembalajaran Kurikulum 2013. Jika sobat pembaca ingin merasa masih ada yang kurang dalam tulisan ini, hendaklah diminta atas kritik dan saran, agar kiranya kita sama-sama bisa membuat RPP, yang nantinya bisa kita aplikasikan dalam kehidupan kita dalam mengajar.
Terima kasih dan salam bagi saya untuk sobat pembaca.